Pameran yang berlangsung tanggal 19-22 November ini membidik para pengusaha di bidang industri pertahanan, kalangan polisi dan militer serta perusahaan jasa keamanan.
Namun bagi para masyarakat umum, pameran ini hanya dibuka pada hari terakhir. Harga tiketnya pun cukup mahal, Rp 100.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya untuk panser, tank, dan pesawat jet Sukhoi produksi raksasa industri Rosoboronexport, pengunjung hanya bisa melihat replikanya saja. Tapi kalau mau melihat panser andalan Pindad sih bisa. Begitu pula dengan aneka varian senapan serbu yang dibuat oleh Pindad. Mau coba-coba pegang atau berfoto sambil menenteng senjata? Bisa.
Yang menarik di stand Noptel, pengunjung bisa merasakan menembak dengan senjata betulan. Sebuah senapan M-16 dan sebuah pistol disediakan bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi menembak.
Namun senjata ini sudah dimodifikasi, tak lagi menggunakan peluru tetapi alat sensor khusus. Magazennya pun sudah dimodifikasi dengan diisi gas. Dijamin aman.
Walau tak pakai peluru tetapi hentakan dan suaranya persis menembak sungguhan. Dengan target yang dihubungkan komputer, kita bisa mengetahui kemampuan tembak kita. Di negara-negara maju, alat senilai 10.000 euro ini sudah diterapkan pada pusat-pusat latihan militer.
Satu hal lagi yang harus diperhatikan, karena lokasi pameran berada di lingkungan militer, maka pengamanan pun ekstraketat. Hal ini sedikit mengganggu kenikmatan jalan-jalan (rdf/nrl)











































