"Dipastikan dalam 24 jam semuanya sudah diberangkatkan ke Jeddah," ujar Dubes RI untuk Malaysia, Dai Bachtiar saat mengunjungi para calon jamaah haji di KLIA, Rabu (19/11/2008).
Dai mengatakan, kepastian itu didapatkan setelah dirinya ditelepon dan dijelaskan oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni bahwa Departemen Agama telah memangggil biro perjalanan haji yang besangkutan. Dalam pemanggilan itu, lanjut Dai, PT Amalia Nur Karomah dan PT Wasa Perdana Afiyah berjanji untuk memberangkatkan para calon jamaah.
Meski demikian, mantan Kapolri itu tetap meminta agar pemerintah bertindak tegas terhadap biro perjalanan haji yang lalai tersebut. "Saya tetap minta setelah itu ada tindakan tegas apa pun alasannya," tegas Dai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka ada yang tinggal beberapa hari di terminal KLIA tidak bisa keluar. Ada yang keluar kemudian tidur-tiduran di lantai ruang keberangkatan bandara internasional yang ramai ini. Ada yang sakit tidak bisa minum obat karena obatnya ada di tas bagasi. Kasihan mereka," imbuh Dai.
Dai juga berpesan agar jika staf biro perjalanan tersebut tidak mampu memberikan pelayanana maksimal agar meminta bantuan kepada perwakilan resmi RI di Malaysia. "Kami akan bantu," tambahnya.
Kesehatan Jamaah Menurun
Hingga pukul 18.00 waktu Malaysia, jumlah calon jamaah haji yang masih tertahan di KLIA berjumlah sekitar 250 jamaah masih tertahan di KLIA. Sedangkan 40 jamaah lainnya direncanakan berangkat pukul 10 malam ini.
Kondisi kesehatan calon jamaah haji sebagian besar sangat memprihatinkan disebabkan usia mereka yang sudah lanjut. Menurut Dokter dari Dharma Wanita KBRI Dewi, sudah dua orang jamaah yang kondisi kesehatannya menurun.
"Bahkan tekanan darahnya meningkat menjadi 250.Kondisi ini akan segera pulih begitu mereka diberangkatkan. Kondisi ini karena stress. Belum lagi mereka terpaksa harus tidur dilantai dalam ruang terbuka, makan yang tidak teratur lantaran keuangan yang pas-pasan dan banyak faktor lainnya", jelas Dewi.
Dari 250 calon jamaah haji itu, 90 diantaranya berada di ruang kedatangan KLIA sedangkan sisanya di ruang keberangkatan.
Selain mendapat bantuan dari KBRI, para calon jamaah haji tersebut juga mendapatkan bantuan logistik dari Partai Demokrat dan PKS perwakilan di Malaysia.
(rmd/rdf)











































