"Keberadaan FDA permanen di China akan membantu kami mengatasi tantangan dari globalisasi," kata komisioner FDA Andrew von Eschenbach pada wartawan saat pembukaan kantor cabang di Beijing.
China belum lama ini menggemparkan dunia dengan skandal susu bermelamin yang telah menewaskan 4 bayi dan 53 ribu anak jatuh sakit.
Meski begitu AS akan terus mengimpor makanan dari China. Menurut data pemerintah AS, dari sekitar US$ 320 miliar produk yang diimpor AS dari China tahun 2007 lalu, sekitar US$ 4,4 miliar di antaranya adalah impor makanan. Sebagian dari itu berupa makanan laut seperti udang.
Menurut Acheson, pembukaan kantor-kantor baru FDA di tiga kota di China, yakni Beijing, Shanghai dan Guangzhou itu merupakan bagian dari trend global. Jadi bukan karena AS menargetkan China atas isu keamanan produknya.
"Ini bukan cuma tentang AS dan China, ini tentang bagaimana FDA merespons suplai pangan global dan perlunya memastikan keselamatan para konsumen Amerika," tutur Acheson seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (19/11/2008).
"Kami saat ini mengimpor sekitar 15 persen dari makanan yang kami makan di AS dan ini meningkat setiap tahun," kata Acheson.
AS mengimpor makanan dari sekitar 200.000 produsen asing di lebih dari 150 negara. FDA juga berencana mendirikan kantor cabang lainnya di India, Amerika Latin dan Eropa beberapa bulan mendatang.
Langkah itu dimaksudkan untuk membantu memastikan produk-produk, termasuk obat-obatan, memenuhi standar keamanan AS. (ita/iy)











































