Hasil Memeras Sebagian Digunakan untuk Kas Desa

Sepasang Kekasih Dipaksa Bugil

Hasil Memeras Sebagian Digunakan untuk Kas Desa

- detikNews
Rabu, 19 Nov 2008 14:46 WIB
Pekanbaru - Polisi masih terus menyelidiki kasus pemerasan disertai tindakan pelecehan terhadap sepasang kekasih di Kampar, Riau, oleh sejumlah preman. Informasi terbaru menyebutkan, hasil pemerasan digunakan untuk kas desa.

Hal itu diungkapkan Kapolres Kampar, AKBP MZ Muttaqien, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (19/11/2008).

"Kita kembali menerima dua pengaduan dari warga yang pernah diperas sejumlah preman di lokasi taman Pancing, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Hanya saja kedua korban ini tidak sempat ditelanjangi preman, karena bisa membayar denda hingga jutaan rupiah," kata Muttaqin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua korban yang menjadi pemerasan itu adalah Indah (18) dan Erni (20). Keduanya juga pernah berpacaran di lokasi yang sama dan dipergoki sejumlah preman. Para preman memaksa mereka bertelanjang dengan alasan membuat sial kampung mereka.
 
"Saat itu Indah dan cowoknya dipaksa membayar denda. Karena tidak ada duit, maka HP  keduanya disita. Ditambah lagi kalung emas milik Indah seharga Rp 700 ribu. Kalau tidak diberikan, mereka diancam akan ditelanjangi," kata Muttaqien.

Erni juga mengungkapkan hal sama.  Erni dan kekasihnya dipaksa menyerahkan HP-nya dan membayar uang Rp 2 juta.

"Jadi banyaknya ABG berpacaran di lokasi taman itu, dijadikan ladang pencarian preman setempat. Dan anehnya, dana hasil pemerasaan itu sebagian dikumpulkan untuk kas desa. Sehingga kami menduga, aksi pemerasan ini sudah terkordinir dengan rapi melibatkan oknum-oknum perangkat desa setempat," kata Kapolres kampar.

Polisi menduga masih banyak pasangan yang menjadi korban pemerasan para preman tersebut. Polisi berharap para korban mau melaporkan hal tersebut.

"Kasus pemerasan dengan ancaman akan menelanjangi ini akan kita usut sampai tuntas. Sebab, kejahatan yang mereka lalukan sudah terkoordinir dengan baik. Ini dibuktikan, salah satu tersangka mengaku hasil uang pemerasan itu sebagian mereka setorkan ke kas desa," kata Muttaqien. (cha/djo)


Berita Terkait