"Sebelumnya hanya rumor saja. Dari tahun ke tahun isunya akan digusur. Baru kali ini suratnya telah sampai ke warga, " kata salah satu pengurus RT 17/8, Andri, di rumahnya, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (19/11/2008).
Surat pemberitahuan itu ia terimaย Senin 17 November. Dalam surat itu, warga diberitahu rencana revitalisasi waduk Pluit. Konsekuensinya, warga yang tinggal di bibir waduk harus pindah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila terealisasi, penggusuran waduk Pluit akan menjadi salah satu penggusuran paling besar. Sedikitnya 5.700 jiwa akan dipaksa pergi. Namun angka itu masih bisa membengkak menjadi dua kali lipatnya karena banyak warga yang tidak terdaftar.
"Di RT saya saja kira-kira ada seratus orang. Bisa lebih, soalnya banyak pendatang," papar Andri.
Sebelumnya, di Jakarta Utara penggusuran besar-besaran terjadi November 2007 (warga kolong tol) dan Oktober 2008 (warga Taman BMW). Penggusuran warga kolong tol menyapu 5.400 jiwa dan Taman BMW mengusir 4800 jiwa.
Tetapi, penggusuran tersebut tampaknya sia-sia saja. Di kolong tol bekas gusuran belum dibangun fasilitas umum seperti lapangan bulutangkis dan tempat bermain anak-anak seperti yang dijanjikan. Begitu juga dengan bekas penggusuran taman BMW yang dijanjikan dibangun stadion kelas internasional, belum ada tanda-tanda.Bahkan dipagar pun tidak, mendorong warga mulai membangun gubuk di lahan yang sama.
Kali ini, pelebaran waduk Pluit berdalih memperluas daerah penampungan air supaya Jakarta terhindar dari banjir yang lebih parah. Benarkah?
(Ari/nrl)











































