Dephub-Polri Janji Sikat Pungli dan Bajing Loncat

Dephub-Polri Janji Sikat Pungli dan Bajing Loncat

- detikNews
Rabu, 19 Nov 2008 11:20 WIB
Jakarta - Pungutan liar di jalan dan merebaknya bajing loncat menyebabkan biaya tinggi dalam transportasi. Investor pun dibuat ogah berinvestasi. Ketidaknyamanan dan ketidakamanan bertransportasi ini membuat Departemen Perhubungan (Dephub) dan Kepolisian RI (Polri) berkomitmen memberantas pungutan liar dan bajing loncat.

"Kita ingin bangun suatu kerjasama untuk tingkatkan keamanan dan keselamatan, terutama pada aspek keamanan transportasi. Kita ingin memberikan jaminan bahwa selama tahun depan ini, kita pandang bersama-sama sebagai tahun yang meningkatkan kewaspadaan," ujar Menhub Jusman Syafii Djamal.

Hal itu disampaikannya usai menerima kunjungan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) di Gedung Dephub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jajaran Dephub, Dishub daerah, dan aparat Polri, imbuh Jusman, akan merapatkan barisan agar kenyamanan dan keamanan bertransportasi tercapai, bagi seluruh pengguna moda transportasi.

"Keamanan yang ditingkatkan itu adalah keamanan di stasiun, terminal,  bandara, dan juga di pelabuhan-pelabuhan, nantinya ada kerjasama semua insititusi penegakan kemanan ini, dengan demikian sasarannya jelas," papar Jusman.

Tentang keamanan di jalan, Dephub akan membantu sekuat tenaga agar prioritas yang dilaksanakan Kapolri, untuk menghilangkan pungutan liar dapat terwujud dalam waktu tidak terlalu lama.

"Pak Kapolri sekarang ini kan sedang mengadakan operasi premanisme termasuk yang meresahkan masyarakat dalam perjalanan truk dan bus," kata dia.

Dengan demikian, imbuh dia, kalau sudah tercipta keamanan bertansportasi, para investor akan merasa bahwa di Indonesia telah ada  jaminan keamananan, dan langkah yang lebih aktif dalam menurunkan semua biaya tinggi dan juga aspek-aspek lain yang mengganggu kelancaran bertansportasi.

Sementara BHD mengatakan bajing loncat itu biasanya beroperasi di wilayah Pantai Utara Jawa.

"Personel tidak ditambah, tetap aja dengan pola yang sudah diterapkan kepolisan dan teman-teman di jajaran Perhubungan. Kita saling memperkuat dan kemudian mencoba melakukan upaya-upaya pengamanan di segala lini," tegas BHD.

(nwk/nrl)


Berita Terkait