"Permainannya menjadi tidak langsung. Misalnya dengan lobi, komunikasi, dan lain-lain. Kalau langsung kan kalau ada persoalan bisa ditembaki orang. Kalau tidak langsung kan aman," ujar pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Purwo Santoso saat dihubungi detikcom, Rabu (19/11/2008).
Purwo memperkirakan, kemunduran Ical didasari pada pertimbangan manajemen risiko yang cukup matang. Yang dilakukan Ical adalah damage control, mengendalikan kerusakan yang mungkin muncul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat yang sama, pundi-pundi uang Ical sendiri juga sedang mengalami masalah. Perusahaanya tengah menjadi sorotan publik gara-gara didera berbagai persoalan. Hal ini semakin membuat Ical berhati-hati dalam mengambil langkah politik. "Bisnis dia sedang bermasalah. Dan kalau harus memibayai politik yang mahal itu berat juga," ujar Purwo.
Karena itu, Ical memilih jalan aman dengan mundur dari jabatan politik. Selain bisa menghindari konfigurasi politik di Golkar yang semakin pelik, dengan mundur Ical juga bisa bermain di balik layar dengan cara yang lebih aman. (sho/ndr)











































