"Saya kira dia merasa kurang enak dengan politik karena ada kasus Lapindo. Peranan ganda sebagai menteri dan pengusaha memberatkan dia. Kelihatannya dia ingin keluar dari dilema itu," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf kepada detikcom, Selasa (18/11/2008).
Menurut Maswadi, langkah politik yang diambil Ical akan membawa konsekuensi pada melemahnya bargaining politik Ical. Akibatnya, tekanan terhadap perusahaannya terkait persoalan lumpur Lapindo akan semakin kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ical, kata Maswadi, bisa saja mempertahankan bargaining politiknya dengan menyuntikkan dana ke para kandidat capres/cawapres. Langkah ini nampaknya tidak akan dipilih oleh Ical. Akibatnya, ya itu tadi, pengaruhnya akan lebih lemah jika dibandingkan Ical terjun langsung ke dunia politik dengan menjadi menteri seperti yang selama ini dia lakukan.
Ical menyatakan tidak akan bergabung di kabinet 2009-2014 saat diwawancarai majalah Forbes 15 November lalu. Ical mengaku akan lebih fokus pada yayasan sosial keluarga dan menghabiskan hari tua bersama cucu-cucunya.
(sho/ndr)










































