BPLS: Tanggul Jebol Karena Perbaikan Dihalangi Warga

BPLS: Tanggul Jebol Karena Perbaikan Dihalangi Warga

- detikNews
Selasa, 18 Nov 2008 23:01 WIB
BPLS: Tanggul Jebol Karena Perbaikan Dihalangi Warga
Sidoarjo - Jebolnya tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 42 Desa Renokenongo menyebabkan rumah warga di Dusun Risen tergenang. Jebolnya tanggul itu disebabkan oleh blokade warga yang menghalangi peninggian tanggul di desa tersebut.

Hal itu disampaikan Staf Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Ahmad Khusairi kepada wartawan di lokasi tanggul titik 42, Selasa (18/11/2008) malam.

Selain diakibatkan blokade warga, jebolnya tanggul ini juga diakibatkan volume air yang melebihi kapasitas kolam lumpur serta air yang melebihi ketinggian tanggul setinggi 6 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah berusaha meninggikan tanggul, namun air yang berada di pond Glagah Arum sudah melebihi ketinggian tanggul. Selain itu pengerjaan peninggian tanggul juga dihalang-halangi warga," kata Khusairi.

Agar kejadian malam ini tidak kembali terjadi, Khusairi meminta kepada PT Minarak Lapindo Jaya segera menyelesaikan  pembayaran 20 persen dan sisa ganti rugi 80 persen.

"Kami meminta Minarak Lapindo agar urusan warga mengenai pembayaran segera diselesaikan," ujarnya.

Dari pengamatan detiksurabaya.com di lokasi, hingga pukul 22.20 WIB, ketinggian air di pemukiman warga sedikit demi sedikit sudah mulai surut.

Meski ketinggian air saat ini masih sekitar 10 cm, namun warga Dusun Risen dan Glagah Arum tetap mengemasi barang berharganya. Mereka rencananya untuk sementara waktu akan tinggal di rumah saudara yang ada di Sidoarjo.

Sementara itu, 2 alat berat milik BPLS sendiri hingga malam ini masih terus berusaha menutup 3 titik tanggul yang jebol. BPLS berharap, perbaikan tanggul yang jebol dapat diselesaian malam ini juga. (stv/sho)


Berita Terkait