Ditemani oleh beberapa orang, Yusril memanfaatkan waktu istirahatnya, menghisap sebatang rokok sambil sesekali bersenda gurau.
Wartawan yang sebelumnya menunggu tampak mulai berkerumun di pintu Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (18/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusril yang sedang asyik ngobrol dengan anggota Komisi I DPR Ali Muchtar Ngabalin pun melambaikan tangan ke arah wartawan. Namun tak satu pun wartawan yang tampak menghampirinya.
Tak lama, Yusril pun berjalan ke arah ruangan musala. Kebetulan, di waktu yang sama detikcom pun sedang mengantre salat di depan ruang salat di Gedung Bundar. Yusril yang bermaksud ingin menunaikan sholat dzuhur pun ikut menunggu.
"Ada Mbak Yu-Mbak Yu ini," sapanya kepada wartawan yang kebanyakan perempuan.
Salah satu wartawan pun lalu menawarkan Yusril menjadi imam. Namun Yusril menolak. "Saya tidak bisa kan sedang jadi pesakitan," ungkapnya.
Penasaran, detikcom pun menanyakan apakah dirinya sudah jadi pesakitan? Yusril pun membalasnya dengan melempar senyum.
"Saya sedang tidak bisa jadi imam, karena menurut fikih, orang yang sedang jadi pesakitan atau tidak merdeka tidak bisa menjadi imam. Begitu Mbak Yu," tuturnya.
Yusril pun lalu mulai melepas sepatu, mengambil wudhu dan tak menjadi imam. (nov/nwk)










































