"Berita Tempo sama sekali tidak cover both side. Itu merupakan fitnah dan pembunuhan karakter untuk Pak Ical," kata juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satriawangsa, kepada detikcom, Selasa (18/11/2008).
Lalu Mara menyesalkan majalah Tempo yang tidak meminta wawancara khusus dengan Aburizal Bakrie untuk pemberitaan majalah itu. Padahal isu yang diangkat merupakan isu yang besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu Mara juga menyoroti cover majalah edisi 17-23 November 2008 berjudul "Siapa Peduli Bakrie" ini. Menurutnya, cover majalah itu berbau SARA dengan menampilkan angka '666' yang merupakan lambang setan bagi agama tertentu.
"Kenapa bukan 444 atau 888?" tanyanya. Di dalam cover majalah Tempo, angka 666 sekilas terlihat di bagian kepala gambar Ical.
Bakrie ogah menempuh jalur damai dengan majalah Tempo, karena telah berkali-kali bermasalah dengan grup ini. "Tahun 2004, 2005 dan 2008 kita juga ada masalah dan kita selesaikan menurut UU Pers. Tapi berulang terus masalahnya, jadi sekarang kita tempuh jalur hukum saja," ungkapnya.
Lalu Mara mengungkapkan, Bakrie tidak akan melindungi jika media yang dimilikinya tersandung masalah pemberitaan. "Media-media kita bekerja sesuai dengan UU Pers dan kalau ada masalah kita tidak akan melindungi," katanya. (nal/nrl)










































