Hari Munir Dibunuh, Muchdi di Antara Surabaya dan Malaysia

Hari Munir Dibunuh, Muchdi di Antara Surabaya dan Malaysia

- detikNews
Selasa, 18 Nov 2008 15:31 WIB
Jakarta - Di mana mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi Pr saat Munir, aktivis hak asasi manusia (HAM), meninggal diracun? Muchdi mengatakan di Malaysia, namun jaksa mengatakan di Surabaya. Mana yang benar?

"Apakah Anda berada di Bandara Juanda Surabaya pada 7 September 2004?" tanya kuasa hukum Muchdi Pr, Luthfie Hakim.

"Saya berada di Malaysia. Buktinya ada di paspor," jawab Muchdi dalam pemeriksaan terdakwa di persidangan kasus pembunuhan Munir, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Selasa (18/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertanyaan Lutfie itu berdasarkan bukti yang diajukan ketua jaksa penuntut umum (JPU) Cyrrus Sinaga atas print out telepon selular Muchdi pada 7 September 2004. Dalam print out itu, Muchdi berada di Bandara Juanda Surabaya.

Ketika ditanya tentang paspor dan print out usai sidang, Luthfie pun mempersilakan masyarakat menilai mana yang benar, bukti yang diajukan JPU atau pihaknya.

"Anda lebih percaya yang mana? Masyarakat silakan menilai. Apakah paspor yang menyebutkan Muchdi ke Malaysia atau print out provider itu. Tidak mungkin Muchdi ada di dua tempat. Kalau saya lebih percaya dokumen negara," tegas Luthfie.

Menanggapi pernyataan Muchdi, Cyrrus mengatakan print out dari penyedia layanan ponsel tidak ada kesalahan.

"Dari Telkomsel murni tidak ada error. Tidak bisa ditambah dan disisipkan. Sudah di-crosscheck dengan bukti dan saksi," kata Cyrrus usai sidang.

Ditanya mengenai paspor yang diajukan Muchdi, Cyrrus enggan berkomentar.

"Saya tidak tahu itu paspor yang digunakan. Nanti kita kaji lagi. Saya belum mau komentar," jawab Cyrrus. (nwk/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads