"Apakah BIN melakukan pengawasan terhadap Munir?" tanya jaksa penuntut umum (JPU) Cyrrus Sinaga dalam sidang kasus pembunuhan Munir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Selasa (18/11/2008).
"Saya kenal Munir setelah dia mati. Nama Munir itu terkenal setelah dia mati. Jadi sebelum mati saya tidak kenal," jawab Muchdi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Demo yang massanya ribuan saja. Yang terkait masalah kestabilan nasional," ujar dia.
JPU juga mencari tahu apakah Muchdi pada awal-awal reformasi turut membicarakan Munir.
"Tidak, hanya masalah separatis dan terorisme," jawab mantan Danjen Kopassus itu.
"Apakah ada pembicaraan tentang kematian Munir?" cecar JPU.
"Ini masalah kecil, tidak ada relevansinya," timpal Muchdi.
"Pasca kematian Munir, apakah ada pengawasan?" cecar JPU.
"Saya tidak pernah bicarakan itu," tegas Muchdi. (nwk/nwk)











































