Ancaman itu dilontarkan seorang pemimpin militer Taliban melalui rekaman video yang disiarkan stasiun televisi Al-Arabiya seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (18/11/2008).
Al-Arabiya yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab tidak menyebutkan bagaimana atau kapan mereka memperoleh video tersebut.
Dalam video tersebut, terlihat seorang pemimpin militer Taliban yang diidentifikasi sebagai Faruq. Dia mengatakan, Prancis tinggal menunggu respons mereka di Paris jika pasukan Prancis tidak ditarik dari Afghanistan.
Pria itu juga mengklaim Taliban bertanggung jawab atas serangan 18 Agustus lalu di Kabul, Afghanistan yang menewaskan 10 tentara Prancis dan melukai 21 orang lainnya.
Saat itu, serangan tersebut memang diduga kuat dilakukan oleh Taliban. Media Prancis bahkan memuat foto-foto militan Taliban sedang mengenakan seragam pasukan yang terbunuh dalam serangan itu.
Prancis saat ini menempatkan sekitar 2.600 prajuritnya di Afghanistan sebagai bagian dari pasukan internasional pimpinan NATO, International Security Assistance Force (ISAF) serta pasukan Operation Enduring Freedom pimpinan AS. (ita/iy)











































