Perbuatan ini dinilai oleh psikolog anak dari Yayasan Kita dan Buah Hati, Rani I Noe'man, sebagai perbuatan 'sakit jiwa'. Kejadian ini ditengarai bisa menjadi trauma psikologis mendalam bagi korban maupun siswa lain yang menyaksikan 'tontonan' tersebut.
"Efeknya akan besar sekali, trauma besar akan diderita oleh siswa yang menyaksikan, apalagi yang sudah berhubungan dengan gurunya," ujar Rani kepada detikcom, Selasa (18/11/2008).
Kemungkinan efek jangka panjangnya, lanjut Rani, bisa menyebabkan para siswi merasa takut terhadap guru-gurunya. Kemungkinan lainnya, siswi-siswi tersebut akan melihat perbuatan itu sebagai sesuatu yang menyenangkan.
"Itu tergantung pada anaknya masing-masing, terutama imajinasi mereka," jelas Rani.
Untuk itu, ia menyarankan agar seluruh siswa menjalani terapi psikologis. Hal ini dilakukan untuk mengobservasi lebih jauh efek yang ditimbulkan akibat perbuatan bejat 'Pak Guru'.
"Gurunya juga selain dipenjara harus diterapi. Sakit jiwa dia tuh," pungkasnya. (mad/nrl)











































