"Sebenarnya secara umum pemicu gempanya sama. Di atas pulau Sulawesi banyak
lempengan, sama dengan selatan Jawa seperti gempa Yogya," ujar analis gempa BMG Gorontalo, Suradi kepada detikcom, Senin (17/11/2008).
Suradi juga memperkirakan terjadinya gempa susulan yang lebih rendah kekuatannya dalam beberapa hari ke depan. Hal ini disimpulkan berdasarkan pengalaman dari gempa Yogya dan hasil kesimpulan statistik BMG.
"Kalau di Yogya gempa susulan bisa berlangsung sebulan, tapi untuk di Gorontalo, lamanya sangat tergantung energi yang dilepaskan," jelasnya.
Berdasarkan data BMG Gorontalo, sedikitnya terjadi 3 gempa susulan besar usai gempa berkekuatan 7,7 skala richter. Ketiga gempa tersebut berkekuatan di atas 5 skala richter.
"Kalau gempa kecil itu sering, tapi yang besar tercatat 7,7 lalu 6 dan 5,7 hingga 5,1 skala richter," kata dia.
Untuk itu, Suradi meminta masyarakat agar tetap waspada. Meski terus mengecil, namun gempa susulan masih tetap berbahaya.
"Kemungkinan itu masih tetap ada, tapi kecil," pungkasnya.
(mad/ddt)











































