sementara bibirnya mulau meracau dan menggigau.
Di bangsal rumah sakit kelas III, suhu badan Firmansyah meninggi. 40 Derajat celsius. Selembar kain sarung menutup tubuhnya menahan demam tinggi. Kaos kaki hitam terlihat membelit kedua kaki Firman.
"Sudah 11 hari kena demam berdarah. Kata dokter kena demam berdarah," kata
Ibu Firmansyah, Wati, di RS Tarakan, Jl Suryopranoto, Jakarta Pusat, Senin
(17/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedaung Angke, Cengkareng selama 6 hari. Selama waktu itu, orang tua Firman
mengandalkan obat yang diresep oleh puskesmas terdekat.
"Tapi nggak sembuh-sembuh. Panasnya tambah tinggi. Tanggal 12 lalu baru
dibawa kesini," papar Wati.
Selama 5 hari dirawat, kondisi Firman tidak kunjung stabil. Saat detikcom
menjenguk, air kencingnya sudah bercampur darah dan dibantu menggunakan
selang.
Saat dikonfirmasi, pihak rumah sakit mengaku tidak ada pasien yang terjangkit demam berdarah. Perawat dan petugas jaga hanya menjelaskan pasien yang dirawat hanya diare tanpa ada lonjakan berarti.
"Ditempat saya belum ada pengasapan (fogging). Banyak nyamuk," ucap Wati.
Mencermati perubahan cuaca, ada baiknya menjaga stamina tubuh dan pola hidup sehat. Bila lengah, berbagai penyakit pancaroba siap menerkam seperti demam berdarah dan diare.
(Ari/anw)











































