Peristiwa tersebut terjadi hari Minggu kemarin, saat rombongan olahraga sepeda yang dipimpin Bambang Riyanto selaku Ketua Pengda ISSI Jateng melewati Wuryantoro, Wonogiri. Dari belakang Briptu Budi Sardoyo, anggota Polsek Paranggupito, dan Briptu Edi Sulistyono, anggota Polsek Giritontro mendahului rombongan.
Ulah kedua polisi yang hendak berangkat dinas ini dipersoalkan oleh tim keamanan yang disewa panitia acara. Kontan beberapa orang mengejar kedua polisi. Setelah itu keduanya jadi bulan-bulanan aksi main hakim sendiri yang dilakukan pengawal bayaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minggu malam tiga di antara ditangkap polisi dan ditahan di Mapolwil Surakarta. Mereka adalah Eko Agus Widodo, Nurhadi dan Yunatan. Dua lainnya ditangkap Minggu dinihari Sulistyono Suranto Putro dan Tri Wibowo. Dari pemeriksaan awal tiga di antaranya yaitu Nurhadi, Yunanta dan Sulistyo telah mengakui melakukan pemukulan.
Ketiga tersangka mengaku anggota Dewan Muda Complex (DMC), sebuah organisasi pemuda di Solo. Pimpinan DMC, Deni NC, ketika dikonfirmasi mengakui ketiganya anggota organisasinya. Namun dia mengatakan kegiatan ketiganya mengawal bupati Sukoharjo itu tidak berhubungan dengan DMC.
Kapolwil Surakarta, Kombes (Pol) Taufik Anshorie, mengatakan saat ini tujuh orang dimintai keterangan, termasuk lima orang yang menjalani pemeriksaan intensif. Kapolwil bertekad akan menangkap semua pelaku pemukulan yang saat ini masih dinyatakan buron dan akan memeriksa semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Kita akan melakukan tindakan tegas. Saya tidak akan kompromi terhadap siapapun. Apalagi keberadaan mereka telah menimbulkan keresahan pada masyarakat, bahkan sekarang telah melakukan kekerasan kepada aparat," ujar Kapolwil, Senin (17/11/2008). (mbr/djo)










































