"Prosedur-prosedur yang benar inilah yang mampu membuat pria kuat. Jika tidak ya tak akan bisa mencapai puncak," kata ahli seks RSU dr Soetomo Surabaya, dr Susanto Suryaatmadja SpAnd kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Senin (17/11/2008).
Prosedur yang benar itu antara lain, pemeriksaan atau melakukan screening ke dokter. Ini bertujuan agar mengetahui penyakit yang diidap. Biasanya pada pria, rata-rata enggan untuk melakukan screening karena pasti dokter menyarankan untuk menyembuhkan penyakitnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika sudah melakukan prosedur yang benar, maka kekuatan berhubungan seks akan muncul dengan sendirinya," jelasnya.
Dia mengaku, pria itu menganut politik buang onta. Yakni saat ada kesulitan, dia berwajah seolah tak terkena apa-apa. Padahal sebenarnya dia mencari pertolongan yang tidak semestinya, selain dokter.
Susanto menuturkan, meski saat ini BPOM pusat obat kuat, obat-obat itu masih ramai dan bagus dijual hingga tahun-tahun mendatang. Hanya saja, lanjut dia, BPOM memberi tata hukum peredaran yang pasti.
"Harus ada hukum yang tepat dan memberi edukasi berkepanjangan kepada masyarakat tentang obat-obat yang boleh dikonsumsi masyarakat yang sudah lolos uji klinis," tambahnya.
Selama ini, jelas dia, obat-obat kuat itu peruntukkannya salah. Obat kuat itu ada yang mengandung obat-obatan tertentu yang hanya boleh dikeluarkan oleh dokter saja.
(fat/nrl)











































