Mitos Seks Bikin Obat Kuat Laris Manis

Mitos Seks Bikin Obat Kuat Laris Manis

- detikNews
Senin, 17 Nov 2008 11:04 WIB
Mitos Seks Bikin Obat Kuat Laris Manis
Jakarta - 22 Jenis obat tradisional dan suplemen makanan yang menambah stamina pria ditarik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Apa sih yang membuat 'obat kuat' itu laku di masyarakat?

"Iya karena mitos. Banyak pria di dunia terongrong mitos yang masih menyesatkan. Seolah apa pun keluhan seksualnya mereka mencari obat kuat yang selalu menyelesaikan masalah," ujar pengasuh rubrik kesehatan dan penulis buku dr Handrawan Nadesul.

Hal itu disampaikan Handrawan dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (17/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masalah seks, imbuh Handrawan, bukan semata-mata soal potensi, seperti seputar panjang dan besar penis pria saat ereksi yang selama ini dipermasalahkan.

"Tapi banyak masalah lain, masalah kejiwaan stres atau depresi," imbuh dia.

Tidak berfungsinya organ seksual juga menjadi penyebab secara fisik seperti bertambahnya umur, sehingga hormon testosteronnya menurun. Atau akibat penyakit tertentu sebagai efek samping pemakaian obat-obatan, seperti darah tinggi.

"Itu harus diakui dan diterima. Itu bisa menurunkan kinerja seksual," tutur Handrawan.

Selama ini, ujar dia, mitos mengatakan laki-laki perkasa mempunyai ukuran kelamin yang panjang dan besar saat berhubungan seksual. Padahal, wanita yang menjadi pasangannya tidak selalu terpuaskan hasrat seksualnya dengan ukuran alat kelamin.

"Misleading mitosnya tidak dihapuskan, seperti harus besar dan panjang. Padahal wanita itu punya G-spot 5 centimeter (dari bibir vagina). 5 Centi (panjang alat kelamin laki-laki) saja pun sudah mencukupi. Ada hal lain yang dibutuhkan wanita akan kebutuhan seksual," jelas dia.

Wanita, imbuhnya, membutuhkan perhatian psikis dalam berhubungan seksual. Seperti bagaimana perlakuan, tindakan, sikap dan perangai suaminya.

"Bukan hanya di kamar tidur, bisa in the kitchen, duduk berdua pakai lilin, berdua di pantai melihat bulan. Wanita membutuhkan hal lain, bukan semata-mata harus besar," papar Handrawan.

Hal-hal yang melibatkan inner psikis wanita seperti disayang dan diperhatikan tidak diperhatikan laki-laki. Karena wanita membutuhkan mood yang baik untuk berhubungan seksual, terlepas dari sebesar apa pun alat kelamin laki-laki.

"Banyak faktor lain yang laki-laki tidak pahami, perlu harmonisasi dalam berhubungan seksual. Brain, seks laki-laki itu ada di otaknya, kalau segar bugar, waras, seksnya bagus," tegas dia. (nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads