Bayangkan perasaan suku Aborigin, penduduk asli Australia, begitu mengetahui sebuah gunung di timur Australia diberi nama "Gunung Niggerhead" yang terjemahan bebasnya "Kepala negro".
Hal itu kontan memicu perdebatan serta protes keras yang tak kunjung padam. Menurut sebagian kaum Aborigin, nama tersebut sangat menyinggung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas apakah masalah selesai sampai disitu? Ternyata tidak. Dhudhuroa, sebuah kelompok Aborigin yang lain mengklaim bahwa puncak gunung tersebut adalah wilayahnya. Mereka menentang rencana pemerintah untuk mengganti nama gunung tersebut menjadi Jaithmathangs. Menurut mereka nama tersebut sama ofensifnya dengan nama Niggerhead.
"Itu seperti menamai Australia dengan 'Inggris', secara linguistik dan budaya sangatlah tidak tepat," cetus Gary Murray, kepala Kelompok Gelar Adat Dhudhuroa seperti dilansir News.com.au, Senin (17/11/2008).
Murray menambahkan bahwa kelompoknya akan menggelar protes di luar gedung paerlemen Victoria ketika nama baru tersebut diberikan bulan depan. Rencananya, "Gunung Niggerhead" akan berganti nama pada tanggal 12 Desember. (ita/ita)











































