Pasalnya, kaum pria sadar bila saat berhubungan seks kalah dengan wanita. "Karena 70% wanita tidak pernah orgasme, 20% jarang orgasme dan 10% tidak jelas," kata ahli seks RSU dr Soetomo Surabaya, dr Susanto Suryaatmadja SpAnd kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Senin (17/11/2008).
Susanto menjelaskan, selama ini obat kuat yang dikonsumsi oleh pria menunjukkan salah satu strategi untuk bisa memuaskan dan mendapatkan orgasme pada wanita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila seorang pria mengkonsumsi obat kuat tanpa petunjuk dan pengawasan dokter, kata dia, dipastikan akan menimbulkan efek samping. Antara lain meninggal di atas ranjang, terkena gagal ginjal, liver dan lainnya.
"Banyak kasus terjadi terutama pria yang berusia di atas 40 tahun mengalami penurunan seks datang dalam kondisi sudah berpenyakit. Seperti gagal ginjal dan lainnya. Ini karena mereka mengkonsumsi obat kuat sembarangan," kata Susanto yang tak ingat lagi berapa pasien datang tiap bulannya.
Dia pun mengumpamakan kaum pria itu sosok yang kemaruk. Kalau sudah cocok, obat kuat itu pasti akan dikonsumsi berkali-kali. Tak peduli harga obat kuat murah atau mahal. Bila sudah cocok, jelas tak akan dilakukan pemeriksaan.
"Ndak tahunya tubuh sudah rusak dan sudah berpenyakitan. Saat dibawa ke dokter, barulah diketahui, bahwa apa yang dikonsumsi membahayakan," tegasnya. (fat/nrl)











































