Bentrokan tersebut berawal dari unjuk rasa yang dilakukan para mahasiswa Unismuh di depan kampus, Jl Sultan Alaudin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (17/11/2008). Para mahasiswa menuntut kasus penembakan terhadap rekan mereka diusut tuntas.
Dalam aksinya para mahasiswa melakukan pembakaran bas bekas di tengah jalan. Hal ini membuat arus lalu lintas di Jl Sultan Alaudin macet total. Antrean kendaraan mencapai lebih dari 1 km.
Puluhan polisi yang didatangkan ke lokasi unjuk rasa meminta para mahasiswa menghentikan aksi pembakaran ban. Mereka juga mencoba menggiring mahasiswa masuk ke dalam kampus.
Namun entah siapa yang memulai, polisi dan mahasiswa kemudian terlibat bentrok. Mereka saling melempar batu dan benda-benda keras lainnya.
Bentrokan baru mereda setelah Rektor Unismuh Makassar, Irwan Akib, turun tangan langsung meminta para mahasiswa masuk ke dalam kampus. Irwan juga kemudian menemui Kapolres Makassar Timur AKBP Kamarudin. Sekitar pukul 11.00 Wita, situasi di depan kampus Unismuh berangsur normal.
Sekadar diketahui, Minggu 16 November, kepala mahasiswa Unismuh bernama Basir terserempet peluru di Jl Veteran Selatan, Makassar. Di tempat tersebut, saat itu sejumlah polisi sedang melakukan razia balapan liar.
Polisi membantah pihaknya melakukan penembakan terhadap Basir. Sebab tidak satu pun personel polisi dibekali peluru tajam saat melakukan razia.
Akibat luka tembak yang dialaminya Basir sempat tidak sadarkan diri. Saat ini dia dirawat di RS Bhayangkara Makassar.
(mna/djo)











































