50-an Rumah di Buol Sulteng Rusak, Warga Mengungsi ke Gunung

Gempa Gorontalo

50-an Rumah di Buol Sulteng Rusak, Warga Mengungsi ke Gunung

- detikNews
Senin, 17 Nov 2008 10:07 WIB
50-an Rumah di Buol Sulteng Rusak, Warga Mengungsi ke Gunung
Palu - Gempa yang berpusat di Gorontalo dengan kedahsyatan 7,7 Skala Richter (SR) juga memberi efek merusak di Sulawesi Tengah (Sulteng). Misalnya saja di Paleleh, Buol, Sulteng dilaporkan puluhan rumah rusak berat.

Bupati Buol Amran Batalipu yang dihubungi Senin (17/11/2008) mengatakan pihaknya sudah meninjau langsung tidak kurang dari 50 rumah warga yang rusak akibat dihantam gempa itu.

"Bagi warga yang mengungsi ke gunung-gunung di sekitar daerah Buol saya sudah sampaikan agar jangan panik. Utamanya warga yang berada di wilayah pesisir pantai," kata Amran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roy, warga Kelurahan Kali, Buol, mengatakan, karena takut tsunami, dia dkk mengungsi ke Kelurahan Kali, di lokasi pembangunan Kantor Bupati yang wilayahnya lebih tinggi.

Sampai kini masih banyak warga yang bertahan di wilayah-wilayah dataran tinggi, yang lainnya memilih pulang memeriksa kondisi rumah mereka.

Gempa dahsyat yang mengguncang wilayah Sulteng dan Gotontalo ini terasa juga di Kabupaten Tolitoli, Parigi Moutong, Donggala, Palu dan Poso.

Kondisi perumahan warga di Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo juga parah. Bahkan salah seorang warga di wilayah Kwandang dilaporkan terluka karena tertindih puing rumah.

Namun, Pemerintah Kabupaten Buol dan Pemerintah Provinsi Gorontalo sampai saat ini belum mengumumkan berapa besar kerugian materil akibat gempa di Laut Sulawesi tersebut.

"Gempa ini diperkirakan akibat aktivitas lempeng bumi di zona penyusupan atau subduksi. Bisa juga disebabkan oleh aktivitas patahan Gorontalo. Seperti Gempa Nias yang kemudian memicu gempa Aceh, bisa saja aktivitas patahan itu memicu aktivitas patahan Palu Koro. Namun ini baru sebatas dugaan," jelas Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Palu Robert Owen. (nrl/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini