"2 di antaranya Haerudin, Kades Lontar dan Bakri, Sekdes Lontar," ujar Kasat Reskrim Polres Kabupaten Banten, AKP Dewa Wijaya, kepada detikcom, Senin (17/11/2008).
Kedua pejabat desa ini adalah pihak-pihak yang mengatur pemerasan terhadap proyek ini. Kerugian akibat peristiwa ini 14 mess pekerja, tujuh mobil proyek, tiga alat berat dan satu sepeda motor rusak oleh massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa pembakaran terjadi pada hari Jumat, 14 November lalu. Warga setempat membakar mees karyawan. Akibatnya, 103 karyawan terpaksa diungsikan.
(mok/nrl)











































