Dalam orasinya, mahasiswa menuntut Kapolda Sulsel Irjen Pol Sisno Adiwinoto untuk mundur jika tidak berhasil menuntaskan kasus penembakan rekan mereka.
"Polisi tidak becus dan tidak bisa mengayomi warganya," ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya, Minggu (16/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teman kami ditembak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, sementara kami berunjuk rasa harus pakai surat izin dulu. Hal ini ironis!," teriak seorang mahasiwa dengan pengeras suara.
Setelah mendapat pengusiran, mahasiswa pun mundur dan bergabung dengan puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudin yang sudah menunggu di kampusnya yang hanya berjarak 1 km dari UMM. Mereka pun terus melanjutkan orasi di dalam lingkungan kampus menuntut penyelesaian kasus penembakan rekan mereka.
Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum menemukan penembak Basir (19), mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan UMM. Kapolresta Makassar Barat, AKBP Evie Soth membantah bahwa pihaknya yang melakukan penembakan saat penertiban balapan liar di jalan Veteran Selatan, Makassar, Sabtu (16/11/2008).
(lrn/djo)











































