Itulah yang terjadi saat beberapa wartawan Indonesia meliput acara Asian Europe Meeting (ASEM) di China beberapa waktu lalu. Untuk pipis saja, mulai sekuriti, petugas kebersihan hingga staf KBRI pun terlibat.
Kejadian bermula saat beberapa wartawan Indonesia pagi-pagi sekali harus sudah berkumpul di Great Hall of People di Beijing, China, tempat berlangsungnya ASEM. Tidak banyak wartawan yang diperkenankan masuk bangunan super megah di China tersebut, sehingga beberapa wartawan Indonesia harus menunggu di luar gedung, namun masih dalam satu kompleks.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya, sekuriti pun kita hampiri. Misi untuk mendapatkan tempat pipis malah gagal maning, lantaran sang sekuriti juga tidak paham bahasa Inggris. Dengan berbagai gerakan, termasuk melakukan gaya orang yang sedang pipis, mereka tetap tidak ngeh. Akhirnya kita pun mencoba keluar kompleks Great Hall of People.
Keinginan untuk keluar kompleks gedung pun ternyata tidak mulus juga. Sekuriti dengan wajah sangar dan berpostur tegap melarang untuk keluar. Kata mereka, "Boleh keluar tapi tidak bisa masuk lagi,". Kita mulai bisa paham omongan mereka setelah salah satu staf Kedubes Indonesia di China datang membantu kita.
Namun rupanya kedatangan staf Kedubes RI di China yang bernama Ari tersebut pun tidak membantu. Meski bisa menjembatani komunikasi kita dengan orang China, namun tidak bisa mengantarkan kita ke tempat pipis. Karena memang tidak diperkenankan pipis di sekitar Great Hall meskipun di sana terdapat tempat untuk pipis.
Akhirnya, salah satu di antara kami pun nekat. Salah seorang wartawan koran nasional tiba-tiba mendekati sebuah mobil yang diparkir di samping gedung. Dan dia pun pipis di samping mobil itu.
"Wah, saya bangga bisa pipis di Great Hall," kata dia sambil tertawa lebar. (anw/anw)











































