Aksi Pembakaran PLTU Banten Dinilai Sebagai Masalah Kultural

Aksi Pembakaran PLTU Banten Dinilai Sebagai Masalah Kultural

- detikNews
Sabtu, 15 Nov 2008 19:47 WIB
Jakarta - Aksi massa yang melakukan pembakaran mess pekerja PLTU III Teluk Naga, di Desa Mauk, Tangerang, Banten dinilai adalah sebuah simbol kekerasan yang melekat dalam masyarakat Banten.

"Mereka tidak diberikan pemahaman dan sosialisasi apalagi masyarakat Banten kulturnya berbeda dengan masyarakat lain, ada budaya jawara disana. Simbol kekerasan melekat dalam masyarakat Banten," ujar Kriminolog dari Universitas Indonesia Erlangga Masdiana saat di hubungi detikcom, Sabtu (15/11/2008).

Erlangga mengatakan, permasalahan ini tidak bisa diselesaikan secara hukum saja, tapi bagaimana masyarakat diberikan pemahaman dan disamakan persepsinya, kemudian memahami realitas masyarakat mengenai pembangunan PLTU tersebut. Menurutnya, harus ada pemahaman kultur dalam pembangunan di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anarkisme harus dilihat akar permasalahannya. Dari segi hukum masyarakat akan kalah karena melanggar, ini harus diselesaikan bukan hanya permasalahan hukum, ini masalah pemahaman dan persamaan persepsi. Harus bisa memahami realitas masyarakat, kalau dari realitas hukum pasti masyarakat salah, tapi realitanya masyarakat tidak mendapat kesejahteraan," imbuhnya.

Ketika ditanya mengenai apa yang seharusnya polisi lakukan dalam menangani kasus ini, Erlangga mengatakan harus ada penyelesaian yang komperhensif, karena ini juga merupakan masalah sosial dan ekonomi.

"Polisi harus adil, sebagai "sapu" juga harus bersih. Polisi bagian dari masyarakat, menurut saya harus komprehensif, tidak bisa hanya diurus oleh polisi saja, karena ini masalah sosial ekonomi juga.

"Saya melihat mengapa mereka melakukan perlawanan, berarti ada yang belum selesai mengenai pemberian hak untuk masyarakat," paparnya.
(anw/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini