Menurut Wiranto, JK membantah pernah menuding dirinya keluar dari partai berlambang beringin tanpa permisi. Namun jika hal itu benar, JK menghaturkan kata maaf kepada capres Hanura itu.
"Beliau menjawab, beliau merasa tidak pernah mengucapkan itu. Lalu, saya tunjukkan guntingan surat kabar. Beliau menjawab, saya akan check in terhadap pidato saya di rapim. Beliau merasa tidak menyatakan itu. Namun, apabila itu benar, beliau minta maaf," papar Wiranto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Wiranto pun tidak akan melakukan somasi wilayah hukum perdata atau pun pidana terhadap JK.
Perdamaian itu dilakukan setelah Wiranto dan JK melakukan pertemuan secara kekeluargaan. Pertemuan digelar di tempat yang netral.
Selain permintaan maaf, lanjut Wiranto, Jusuf Kalla menyatakan istilah yang digunakan dalam rapim yang menyatakan Konvensi Partai Golkar diikuti oleh 'penumpang gelap' bukan ditujukan Wiranto.
"Itu bukan ditujukan kepada saya, bukan ditujukan pada Pak Wiranto," ujarnya.
Wiranto pun memaparkan latar belakang melayangkan somasi tersebut.
Menurut dia, somasi yang dilakukannya sehubungan dengan pernyataan Jusuf Kalla pada rapim Golkar beberapa waktu lalu di mana pernyataan itu pada Konvensi Partai Golkar tahun 2004 diikuti oleh para peserta 'penumpang gelap.'
Kedua, ada satu pernyataan yang menyatakan, Wiranto keluar dari Partai Golkar tanpa permisi dan kemudian membangun Partai Hanura. Wiranto lantas diperbandingkan dengan Pak Prabowo yang keluar dari Golkar dengan mengirimkan surat.
"Itu yang saya somasi. Mengapa saya somasi, karena saya ingin konsisten menginstruksikan kepada jajaran Partai Hanura, siapa pun yang masuk dari partai lain ke Partai Hanura, saya minta satu bukti surat pengunduran diri dari partai lamanya," ujarnya.
"Saya sendiri ingin konsisten. Setelah melakukan pendekatan kekeluargaan maka kita (Wiranto dan JK) melakukan pertemuan di tempat yang netral. Pertemuan ini antara kedua tokoh yang memimpin partai politik," lanjut dia. (aan/iy)











































