Jamaaah haji bandel itu adalah Maslah As'ari (50 tahun) asal Magelang, Jawa Tengah. Ia membawa puluhan karton obat. Akibatnya ia harus berurusan dengan aparat Bea Cukai Arab Saudi di Bandara Raja Abdul Aziz Jeddah karena melanggar izin keimigrasian.
"Ada dua koper berisi 17 karton obat KB, 15 karton obat Rheumasil dan 15 karton jamu reumatik yang ditahan bea cukai Arab Saudi. Tapi untungnya, jemaah haji yang bersangkutan tetap bisa melanjutkan perjalanan untuk ibadah," kata Ketua Daerah Kerja Jeddah Subakin Abdul Muntholib di Jeddah.
Menurut Subakin, Maslah yang tergabung dalam kelompok terbang 22 dari embarkasi Solo ini mengaku barang-barang bawaannya tersebut merupakan pesanan dari orang Indonesia yang bermukim di Arab Saudi (mukimin). Namun menurut dugaan Subakin, obat-obatan itu sengaja dibawa Maslah untuk dijual kepada jemaah lain selama berada di pemondokan.
"Tadi yang bersangkutan mengatakan, itu pesanan mukimin. Tapi dari awal dia memang sudah berspekulasi, kalau bisa lolos ya syukur tapi kalau tidak, tidak apa-apa," katanya.
Subakin mengaku pihaknya sudah menegur jemaah yang bersangkutan akibat kebandelannya. Karena aksi nekatnya ini mempengaruhi seluruh pemeriksaan jamaah haji Indonesia yang melewati Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Â
"Saya sudah menegurnya. Karena ini bisa membahayakan jamaah yang lain. Gara-gara masalah ini, pemeriksaan diperketat untuk jamaah haji kita," pungkasnya.Â
(yid/iy)











































