Warga Nyalindung Akan Direlokasi

Longsor Cianjur

Warga Nyalindung Akan Direlokasi

- detikNews
Sabtu, 15 Nov 2008 16:15 WIB
Warga Nyalindung Akan Direlokasi
Cianjur - Warga Kampung Nyalindung, Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dipastikan tidak boleh tinggal lagi di kawasan yang terkena longsor. Warga rencananya akan direlokasi tempat tinggalnya ke tempat yang lebih aman.

"Mereka kita pastikan tidak boleh menempati daerah itu lagi, karena daerah itu sudah tidak memungkinkan lagi ditinggali," kata Camat Campaka, Rohyanda Wargawisastra, kepada detikcom yang ditemui di kantor Kepala Desa Girimukti, Campaka, Cianjur, Sabtu (15/11/2008).

Rohyanda menjelaskan, pihaknya sedang mencari tempat untuk merelokasi warga tersebut. "Yang pasti tempat untuk merelokasi warga ini tidak seperti tempat kemarin yang terkena musibah. Tentunya, daerahnya adalah daerah yang aman," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebutuhan tempat atau daerah yang akan digunakan merelokasi warga, menurut Rohyanda, sekitar 10 hektar. "Kita perkirakan butuh 10 hektar untuk merelokasi penduduk," ujarnya.

Ketika ditanya bagaimana bila ada warga yang keukeuh (tetap) mau tinggal di lokasi yang terkena longsor. Dengan tegas Rohyanda memastikan hal itu tidak akan terjadi. "Kita pastikan dan tegaskan, tidak ada warga yang boleh kembali lagi ke sana," jawabnya.

Bagaimana dengan warga yang memiliki aset sawah bila direlokasi tempat tinggalnya? "Nanti kita kompromikan dengan warga, bila benar-benar sudah tenang," jelasnya lagi.

Dari pantauan, warga yang menjadi korban longsor di Kampung Nyalindung, Girimukti, Campaka ini menempati areal sekitar lereng perbukitan. Diakui Rohyanda, daerah ini rawan longsor dan labil, walau kontur tanahnya yang merah tapi sejumlah pepohonan yang hidup di wilayah itu tidak bisa menahan resapan air.

Di kawasan perbukitan Kampung Nyalindung sendiri mayoritas ditanami berbagai pepohonan, termasuk perkebunan durian, petai dan manggis. "Sebenarnya kejadian longsor sering terjadi, tapi tidak separah seperti ini, biasanya longsor kecil," ungkap Rohyanda. (zal/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads