operasional percetakan Alquran Departemen Agama (Depag) di Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Maftuh pun meneteskan air mata.
"Ya saya terharu. Sejak tahun 1970, umat Islam tidak mampu membuat
percetakan Al-Quran setelah percetakan yang lama hancur," kata Maftuh.
Hal ini disampaikan dia di sela-sela peresmian percetakan Alquran Depag di Ciawi, Bogor, Sabtu (15/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
berbagai alat percetakan yang menjamin hasil cetakan dalam kualitas prima. Kapasitas produksinya sampai 1,5 juta eksemplar per tahun.
Maftuh berharap percetakan Alquran yang dibangun dengan biaya Rp 30
miliar ini mampu memenuhi kebutuhan umat Islam dan tidak ada lagi
Alquran yang salah cetak.
"Dengan standar dan pengawasan mutu secara ketat yang ditangani langsung
oleh Lajnah Pentashih Alquran Depag diharapkan bisa menghindarkan kesalahan
cetak," ujar Maftuh.
Maftuh menjelaskan Alquran hasil produksi percetakan akan dijual kepada masyarakat dengan harga yang akan disesuaikan dengan daya beli masyarakat. "Yang pasti tidak digratiskan," terangnya.
Selain Alquran, percetakan ini akan mencetak berbagai buku agama dan
kebutuhan Depag. Namun porsi utamanya tetap pencetakan Alquran. (rdf/aan)











































