Keraton Nusantara (FKN), disambut unjuk rasa. 20 mahasiswa asal Bima yang menuntut ilmu di Makassar menuntut bupatinya itu segera mengembalikan dana kas daerah Bima.
Poster-poster bertulisakan kecaman kepada Ferry mereka bawa ke Hotel Clarion di Jalan AP Pettarani, Makassar, tempat sang bupati menginap, Sabtu (15/11/2008).
Mahasiswa Bima menuntut Ferry mengembalikan dana kas daerah Bima, senilai Rp 1,6
miliar yang dipakai untuk mengikuti FKN. Selain itu mahasiswa juga menyelipkan
tuntutan penghentian penambangan Mangan di Kecamatan Belo, Bima, yang mereka nilai merusak lingkungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nurdin, jenderal aksi mahasiswa Bima, Ferry tidak becus dalam memegang jabatannya dan di jajarannya sangat kental nuansa KKN. "Ferry lebih sering pergi mancing dibanding mengurus kepentingan warga Bima," kata Nurdin.
Karena dianggap tidak mengantongi izin unjuk rasa dari Kepolisian, puluhan petugas
dari Mapolresta Makassar Timur mengepung para mahasiswa yang berunjuk rasa di depan pintu masuk Hotel Clarion. Setelah bernegosiasi dengan polisi, mahasiswa pun
meninggalkan Hotel Clarion.
Sempat terjadi insiden kecil saat mahasiswa Bima hendak pulang ke sekretariatnya.
Melihat tampang sangar anggota reserse Polres Makassar Timur yang mangkal di depan
mereka, mahasiswa Bima pun lari terbirit-birit. Malahan, 2 mahasiswa sempat terjun
di selokan, depan kantor Telkom Pettarani. (mna/ken)











































