Pembakaran PLTU Banten, Lurah Lontar Diperiksa Polisi

Pembakaran PLTU Banten, Lurah Lontar Diperiksa Polisi

- detikNews
Sabtu, 15 Nov 2008 12:26 WIB
Jakarta - Warga di sekitar PLTU Banten diduga membakar mess pekerja yang sedang mengerjakan proyek seluas 110 hektar itu. 15 Orang dimintai keterangan polisi termasuk Lurah Lontar Haeruddin.

"Saya dari jam 03.00 WIB di kantor polisi. Sampai sekarang belum pulang," kata Haeruddin saat dihubungi wartawan, Sabtu (15/11/2008).

Menurut Haeruddin, dua warganya dirazia polisi beberapa saat sebelum warga membakar PLTU itu. Mereka ditangkap karena disangka preman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua warga asal Desa Lontar itu bernama Mursidi (22) dan Sanusi (25). Selain mereka, ada 6 warga desa lain yang dirazia polisi.

Kedelapan orang ini disangka melakukan parkir liar di PLTU yang sedang dibangun itu. Karena mereka tak juga pulang ke rumah, warga yang tak mendapat penjelasan dari polisi dan pihak PLTU akhirnya marah dan membakar mess pekerja. (ken/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini