"Saya dari jam 03.00 WIB di kantor polisi. Sampai sekarang belum pulang," kata Haeruddin saat dihubungi wartawan, Sabtu (15/11/2008).
Menurut Haeruddin, dua warganya dirazia polisi beberapa saat sebelum warga membakar PLTU itu. Mereka ditangkap karena disangka preman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedelapan orang ini disangka melakukan parkir liar di PLTU yang sedang dibangun itu. Karena mereka tak juga pulang ke rumah, warga yang tak mendapat penjelasan dari polisi dan pihak PLTU akhirnya marah dan membakar mess pekerja. (ken/iy)
