Azan itu berkumandang karena KBRI Washington DC menggunakan ruang itu untuk salat Jumat. Di sela-sela kunjungan ke ibukota AS itu, Presiden SBY dan rombongan menunaikan ibadah salat Jumat di ruang hotel yang disulap menjadi musala itu.
Salat Jumat diikuti sekitar 80 orang, yang mayoritas adalah rombongan Presiden SBY. Ruangan berukuran 7 x 10 meter itu pun dipenuhi jamaah. Selain SBY, jajaran pejabat yang mengikuti salat Jumat, antara lain Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Mensesneg Hatta Rajasa, anggota DPR Didik J Rachbini, dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena mayoritas jamaah adalah kaum safar (orang-orang yang sedang dalam perjalanan), setelah salat Jumat dua rakaat, imam langsung mengajak jamaah untuk menunaikan salat ashar dua rakaat (salat jamak qasar). Seusai salat, SBY memuji Syamsi Ali atas kiprahnya selama ini di negeri Paman Sam. "Saya lihat Anda saat berada di ground zero dari CNN. Nanti kita berdiskusi lagi untuk meningkatkan kiprah kita di dunia internasional," kata SBY.
Menurut salah seorang staf KBRI, salat Jumat di Hotel Ritz Carlton itu memang merupakan pertama kalinya dalam sejarah. Untuk mendapatkan izin menyulap ruang hotel menjadi musala darurat, tidaklah sulit. Karena itu, staf KBRI dengan mudah bisa mendatangkan karpet sajadah dan mimbar. (asy/asy)











































