"Kami sudah menunggu sejak kedatangannya jam 4 sore. Tapi sampai jam setengah tujuh hanya janji wawancara yang diberikan," ujar salah satu wartawan televisi nasional, Jumat (14/11/2008).
Wartawan yang enggan namanya disebutkan tersebut mengaku, selain dikejar tenggat waktu, keputusan boikot tersebut juga diambil karena sikap tidak koperatif yang ditunjukkan Prabowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puluhan wartawan yang menunggunya sejak siang mengikutinya untuk bisa mewawancarainya. Namun kenyataan yang didapatkan, kesempatan wawancara belum dapat dilakukan karena yang bersangkutan masih sibuk.
Tak inginย kehilangan kesempatan wawancara, puluhan wartawan setia menunggu. Namun hingga pukul 18.30 WIB, janji untuk kesekian kalinya dalam kesediaan melakukan wawancara tak kunjung dipenuhi.
"Ajudannya selalu mengatakan sebentar lagi diberikan kesempatan wawancara, tapi mana? Belum jadi presiden saja sudah nggak kooperatif, bagaimana kalau nanti jadi," ujar salah satu wartawan televisi nasional lainnya.
Sementara keterangan yang berhasil dihimpun dari Santro Al Ngatawi selaku pendamping Prabowo menyebutkan, kunjungan ke Pondok Pesantren Lirboyo dilakukan sekedar untuk silaturahmi.
"Kami memang khusus datang ke sini untuk silaturahmi, dan tidak ada maksud lainnya. Kunjungan ini juga tindak lanjut dari kunjungan lain kami di Jaw Timur, yaitu di Makam Sunan Drajat, Lamongan," ujarnya di kediaman KH.Imam Yahya Mahrus, sebagai salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo.
Ketika ditanya keputusan memilih Pondok Pesantren Lirboyo sebagai lokasi yang dikunjungi, Santro mengaku karena terdapatnya hubungan persaudaraan antara Prabowo Soebiyanto dengan Pondok Pesantren Lirboyo.
"Hubungan secara langsung memang tidak ada, tapi semua orang tahu jika ayah dari bapak itu sangat dekat dengan pendiri NU. Dan semua orang pastinya juga mengetahui, jika ketika bicara NU pasti tak dapat dilepaskan dengan Lirboyo," ungkap Santro.
Selain sekedar silaturahi dengan sejumlah kiai di Pondok Pesantren Lirboyo, Santro juga mengungkapkan,ย mantan menantu (Alm) Soeharto tersebut juga akan dijadwalkan melakukan orasi politik di acara Dies Natalies Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri.
"Kalau acara yang itu resmi ada undangan. Lha acaranya kan besok pagi, mumpung nganggur ya dimanfaatkan untuk silatuhami ke kiai," tandas Sastro.
(gik/nwk)











































