Waspada Banjir, DKI Datangkan Kapal Keruk Lumpur dari Belanda

Waspada Banjir, DKI Datangkan Kapal Keruk Lumpur dari Belanda

- detikNews
Jumat, 14 Nov 2008 23:07 WIB
Jakarta - Banjir yang setiap tahun menggenangi jalanan ibukota tak pelak membuat Pemprov DKI Jakarta memutar otak dan mencari terobosan. Kali ini, Pemprov DKI mendatangkan kapal keruk (dredging vessel) dari Belanda untuk mengeruk sungai dan saluran yang tersumbat di ibukota.

"Ini adalah pilot project dari Dinas PU DKI bekerja sama dengan Partners for Waters dari Belanda," jelas Kepala Tim Dutch Assistance for Jakarta Flood Management Peter Vroege.

Vroege mengatakan hal itu pada jumpa pers di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (14/11/2008). Menurut Vroege, kapal keruk yang ini merupakan teknologi dari negeri Belanda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Belanda istilahnya floating bulldozer," jelasnya.

Kapal ini, imbuh dia, akan mengeruk dua sungai di ibukota Jakarta.

"Kapal Keruk akan mengeruk Kali Mati dan Pademangan. Diharapkan minggu depan sudah mulai bisa beroperasi," imbuhnya.

Di akhir masa proyek ini, kapal yang berjumlah dua unit tersebut akan diserahkan kepada  Pemprov DKI. Vroege menerangkan, bahwa kapal senilai 700 ribu Euro ini diharapkan mampu mengeruk sebanyak 250 ribu meter kubik lumpur atau kotoran yang selama ini menyumbat.

"Itu dengan catatan dioperasikan selama satu hari kerja," terang Vroege.

Sementara Kepala Dinas PU DKI Jakarta Wishnu Subagyo ketika ditanya mengapa kapal ini tidak mengeruk Kali Ciliwung yang sudah jelas-jelas menyebabkan banjir, dia mengatakan, "Ini kan baru pilot project dari Dinas PU. Mereka (pihak Belanda) ingin memberikan asistensi mengenai pengerukan yang mereka lakukan,".

Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak berharap terlalu tinggi dengan adanya kapal keruk ini. "Tolong jangan diekkspos seolah-olah alat ini akan menyelesaikan masalah banjir di Jakarta," tandasnya.

(alf/nwk)


Berita Terkait