"Ini namanya ghosob, yaitu perbuatan mengambil milik orang lain tanpa izin walau tidak disengaja, dan itu dosa," tegas Marwan Ja'far.
Hal tersebut disampaikan Marwan dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk 'Iklan Politik: Tokoh Nasional Milik Siapa?' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/11/2008).
Hadir pula politisi PDIP Budiman Sudjatmiko, Wasekjen PKS Fahri Hamzah, dan Ketua Bapilu PMB Yusuf Warsyim.
Menurut Ja'far, iklan PKS yang mengambil sosok KH Hasyim Asy'ari adalah sebuah kemunafikan. Sebab, dalam prakteknya di lapangan sikap PKS sangatlah berbeda dengan ideologi NU.
"Ini politik kekanak-kekanakan yang luar biasa. Jika di lapangan tidak sesuai dengan ideologi NU, itu suatu kemunafikan," ujar anggota Komisi III Ini.
Dalam kesempatan itu, Marwan pun mengkritik PKS sebagai partai yang cenderung ekslusif dan mempunyai ideologi yang tidak jelas.
"Jualannya Islam secara simbolik, bukan substantif," tandasnya.
(lrn/nrl)











































