Kondisi yang bisa dibesutkan jadi pemicu misalnya persimpangan jalan, kendaraan umum yang berhenti sembarangan, pasar tumpah, dan sampai pengunjung mal, menambah keruwetan lalu lintas.
"Rata-rata di persimpangan itu jadi titik pertemuan kendaraan. Dan kalau di mal-mal biasanya karena pengunjung yang nyeberang dan kendaraan yang melambat," kata petugas TMC Briptu Haryadi saat dihubungi lewat telepon, Jumat (14/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka masuk perlahan-lahan," ujar Hariyadi.
Sedang untuk mal Ambasador, biasanya karena pengunjung yang menyeberang dan angkutan umum yaang berhenti parkir sembarangan. "Ini juga karena tidak ada jembatan penyeberangan," tambah Hariyadi.
Bukan hanya mal saja, pasar tradisional juga jadi penyebab macet di Jakarta. Sebut saja pasar tumpah di kawasan Kebayoran Lama, dan di sekitar Mampang, Jakarta Selatan.
"Biasanya pagi hari, pedagang agak menjorok ke tengah jalan," jelas Hariyadi.
Mengatasi kemacetan seperti ini tentu perlu adanya koordinasi semua pihak. Mulai dari pengaturan tata ruang sampai persoalan kedisiplinan. Macet memang tidak bisa dihindari di Jakarta, tapi tentunya, minimal bisa dikurangi. (ndr/nrl)











































