Macet di Jakarta, Mulai dari Mal Sampai Pasar Tumpah

Macet di Jakarta, Mulai dari Mal Sampai Pasar Tumpah

- detikNews
Jumat, 14 Nov 2008 08:31 WIB
Macet di Jakarta, Mulai dari Mal Sampai Pasar Tumpah
Jakarta - Macet sudah jadi santapan sehari-hari warga Jakarta. Ibarat kata, semboyan 'tiada hari kerja tanpa macet', sudah terpatri. Jumlah kendaraan yang terus bertamban jadi biang persoalan, apalagi ditambah kondisi di sekitar jalan, wuiih!

Kondisi yang bisa dibesutkan jadi pemicu misalnya persimpangan jalan, kendaraan umum yang berhenti sembarangan, pasar tumpah, dan sampai pengunjung mal, menambah keruwetan lalu lintas.

"Rata-rata di persimpangan itu jadi titik pertemuan kendaraan. Dan kalau di mal-mal biasanya karena pengunjung yang nyeberang dan kendaraan yang melambat," kata petugas TMC Briptu Haryadi saat dihubungi lewat telepon, Jumat (14/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mal, misalnya saja Plaza Semanggi, pada sore hari kendaraan dari arah Slipi menuju Cawang tersendat di seputar titik ini, demikian juga dari arah Universitas Atmajaya atau dari ruas Sudirman. Hal ini terjadi karena, pengunjung yang menggunakan kendaraan masuk ke mal mengalami antrian.

"Mereka masuk perlahan-lahan," ujar Hariyadi.

Sedang untuk mal Ambasador, biasanya karena pengunjung yang menyeberang dan angkutan umum yaang berhenti parkir sembarangan. "Ini juga karena tidak ada jembatan penyeberangan," tambah Hariyadi.

Bukan hanya mal saja, pasar tradisional juga jadi penyebab macet di Jakarta. Sebut saja pasar tumpah di kawasan Kebayoran Lama, dan di sekitar Mampang, Jakarta Selatan.

"Biasanya pagi hari, pedagang agak menjorok ke tengah jalan," jelas Hariyadi.

Mengatasi kemacetan seperti ini tentu perlu adanya koordinasi semua pihak. Mulai dari pengaturan tata ruang sampai persoalan kedisiplinan. Macet memang tidak bisa dihindari di Jakarta, tapi tentunya, minimal bisa dikurangi. (ndr/nrl)


Berita Terkait