Pantauan wartawan detikcom Muhammad Nur Hayid, di sejumlah tempat penukaran mata uang asing di kota Madinah dipadati jamaah haji dari berbagai negara termasuk Indonesia.
Salah satu money changer yang terletak di sebelah selatan Masjid Nabawi Al Lahibi mengaku omset penjualan real setiap harinya mencapai Rp 2 miliar. Pengelolanya, Anis Alkahfi mengaku lebih dari 1000 orang dari berbagai penjuru dunia setiap harinya menukarkan mata uang ke dalam bentuk real.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang calon haji Indonesia asal Palembang Sumatera Selatan, Abdul Hadi
mengeluhkan harga real yang semakin tinggi. Menurutnya, harga Rp 3.300 per real sangat memberatkan bagi jamaah, terlebih bagi mereka yang persediaan uangnya terbatas.
"Kok tinggi banget skarang harga realnya. Ini semakin memberatkan kita sebagai jamaah haji Indonesia yang membawa persedian rupiah, karena jadi sedikit kalau ditukarkan," katanya.
Hadi akan menunda menukarkan uangnya pada hari ini, sambil menunggu harga realnya stabil. Padahal pantauan detikcom, semakin dekatnya musim haji justru akan smakin meningkatkan harga beli real atas rupiah.
Akibat tingginya nilai tukar tersebut, sejumlah jamaah terpaksa menunda membeli oleh-oleh kurma khas Madinah. Padahal petang ini sebagian jamaah haji Indonesia akan di berangkatkan ke Mekkah.
Sebaliknya, kenaikan harga real membuat sebagian mukimin menukarkan uang real mereka ke dalam bentuk rupiah. Sejumlah tempat penukaran uang di kota Madinah, berani membeli riyal mukimin dengan harga Rp 3.000 meski beberapa money changer rata-rata masih membeli seharga Rp 2.900. (yid/mad)











































