Tidak hanya itu, sentuhan warna hijau khas logo Pemprov Sumatera Barat menyebar di area pameran. Dan selidik punya selidik, ternyata konsep pameran buku yang ke-28 ini mengambil tema warisan tanah Minang. 'The Heritage Of Ranah Minang' begitu tulisannya.
Menurut pihak penyelenggara, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) pemilihan tema seputar warisan dari tanah Minang disebabkan Sumatera Barat kaya budaya, kekayaan alam bahkan tokoh-tokoh penulis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsep bernuansa lokal namun mendalam ini dinilai sangat positif dalam memperkenalkan budaya masyarakat Sumatera Barat.
"Kami merasa senang bisa mempromosikan daerah Minang melalui acara ini, banyak masyarakat yang kenal budaya kami," ujar pegawai Balai Pustaka Pemprov Sumbar Gunadi, saat ditemui detikcom.
Namun Gunadi mengeluh, kini masyarakat Minang kehilangan tokoh penulis. "Dulu banyak penulis asal Sumatra Barat,tapi sekarang jarang," tandasnya.
Ia pun berharap dengan acara ini muncul penulis handal asal Minang. Kalau perlu terkenal seperti tokoh sastra melayu Sultan Takdir Alisyahbana. (ash/mad)











































