Gebrak Malaria (Gerakan Berantas Kembali Malaria) merupakan suatu gerakan untuk memberantas malaria yang melibatkan semua elemen masyarakat di Banjarnegara. Dengan meningkatkan upaya pemberdayaan puskesmas dan mutu dari pemberdayaan puskesmas, Banjarnegara mampu menurunkan angka kasus epidemis malaria. Selain itu, Banjarnegara juga mengadakan pelatihan terhadap kader-kader malaria yang disebut Juru Malaria Desa (JMD)
"Tugas mereka yakni memberikan penyuluhan terhadap masyarakat akan malaria, mengambil sample darah dari orang yang terkena malaria, dan upaya memberikan obat malaria," ujar Bupati Banjarnegara Djasri di Banjarnegara, Sabtu, pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga melakukan sosialisasi terhadap warga untuk mengatur jarak penanaman pohon salak agar tidak menjadi sarang penyakit," kata Djasri.
Djasri mengungkapkan, bahwa dari 188 kasus tersebut, hanya 49 kasus yang memang endogenus dan relokasi (kumat), 139 kasus lainnya merupakan penyakit bawaan (impor).
"Jadi, warga yang dari luar menularkan penyakit tersebut. Yang paling banyak dari Kalimantan," ungkapnya.
Dengan melibatkan JMD dan kader malaria dari tiap desa, Banjarnegara mampu menurunkan angka epidemis tersebut hingga ke angka terkecil. Tercatat pada tahun 2001, insiden kasus terbesar dari 5 permil turun menjadi 0,8 permil.
Mulok dan Dokter Kecil
Upaya pemerintah kota kabupaten Banjarnegara untuk menurunkan wabah penyakit malaria tidak hanya sampai disitu saja. Dengan merangkul anak-anak sekolah, Banjarnegara berhasil meminimalisir angka epidemis.
"Kami memberikam muatan lokal (mulok) terhadap anak-anak sekolah. Mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi," ujar Djasri.
Muatan lokal yang diberikan di tiap-tiap sekolahan, terbukti efektif dalam mencegah wabah penyakit malaria. Misalnya saja di Desa Limbangan Kecamatan Madukoro Kabupaten Banjarnegara, peran dokter kecil dirasakan membantu dalam penanggulangan wabah tersebut.
"Kita memberikan penataran kepada setiap dokter kecil (dokcil) ini mengenai malaria. Dokcil ini juga sangat tanggap terhadap teman-temannya yang sakit, sehingga bisa dengan segera memberikan bantuan pertama terhadap temannya," ujar Kepala Desa Limbangan, Turjono. (mei/irw)











































