"Indonesia masih menjadi good boy AS. Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mewakili pertemuan ini di Washington," ujar Ketua Komisi Anti Uang (KAU) Dani Setiawan saat menggelar jumpa pers di kantornya, Jl Tegal Parang, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2008).
Dani menjelaskan apa yang dilakukan SBY ini kontraproduktif dengan tujuan pemerintah untuk menyejahterakan kehidupan bangsa dan negara. Ia menjelaskan proposal penyediaan dana kepada IMF dan Bank Dunia yang disalurkan ke negara-negara yang terkena dampak krisis sebenarnya justru mengundang krisis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dani pun meminta agar pemerintah kembali menegosiasi soal pinjaman utang luar negeri. KAU mencatat dari data Depkeu pada bulan September 2008 lalu penarikan Indonesia kepada IMF sebesar US$ 183 miliar. Indonesia sudah membayar bunga pokok maupun komitmen lain sebesar 192 miliar US$ tetapi Indonesia masih punya utang US$ 63 miliar.
"Landasan untuk menghapuskan utang luar negeri bukan tanpa dasar. Mengingat yang sudah kita bayarkan hingga saat ini lebih dari utang. Apalagi untuk penghapusan utang-utang haram," tegasnya.
Dani juga meminta saat SBY bertemu Obama, harus ditegaskan hubungan AS danย Indonesia adalah mitra bukan sebagai hubungan subordinasi.
(rdf/nrl)











































