"Ini adalah kesempatan di mana satu pegawai dapat ... dengan sekali pukulan pulpen, benar-benar sebuah perubahan sejarah di sini," kata Presiden Kampanye Keagamaan Nasional Melawan Penyiksaan, Linda Gustitus seperti dilansir dari Reuters, Kamis (13/11/2008).
Sebenarnya, isu itu telah digulirkan sejak 2006. Kelompok keagamaan itu juga menginginkan Kongres Amerika untuk membentuk komite khusus untuk menginvestigasi pelaksanaan administrasi Bush yang disebut 'teknik interograsi memperbesar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Bush selalu membantah soal praktek kekerasan. Presiden AS dua periode itu menegaskan tidak pernah mempraktekkan penyiksaan di AS.
Tetapi Central Intellegence Agency (CIA) telah mengakui menggunakan papan luncur untuk bagian dari simulasi menenggelamkan orang.
"Kami menginginkan perhitungan menyeluruh. Kami tahu bahwa kami korban penyiksaan. Negara seharusnya datang untuk merasakan keadaan ini," kata Gustitus.
Kelompok ini mengatakan lebih dari 240 kelompok keagamaan telah berupaya penuh untuk bergabung. Mereka di antaranya mewakili Katolik Roma, Kristen Evangelical, Kristen mainline, Unitarian, Quaker, Kristen Ortodoks, Yahudi, Islam, Buda dan komunitas Sikh.
(ddt/ken)











































