Aksi itu tidak mendapat halangan dari awak buah kapal tanker yang baru merapat di Dumai pukul 19.00 WIB itu. Rencananya, kapal bernama Isola Corallo itu akan mengangkut CPO milik Sinarmas Group.
Juru bicara kampanye lingkunggan Greenpeace Asia Tenggara, Bustar Maitar aksi ini dilakukan karena adanya dugaan perambahan hutan secara liar oleh Sinarmas. Hasil investigasi yang dilakukan, diketahui Sinarmas melakukan perambahan hutan besar-besaran untuk memperluas perkebunan kelapa sawit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Greenpeace pun meminta Sinarmas menghentikan aktivitas itu. "Ini sebagai bentuk protes kami terhadap Sinarmas yang tidak mempedulikan lingkungan hidup di Indonesia," tandasnya.
Rencananya, aksi ini akan dilakukan hingga Kamis 13 November. Para aktivis Greenpeace secara bergiliran akan mengunci tubuhnya di rantai jangkar tersebut. Hingga pukul 21.00 WIB, belum ada penghalangan dari pihak aparat. (ken/ken)










































