"Saya kenal tahun 98, pertama kali di Solo, saya sebagai makmum, di salat Idul Adha. Sedang terdakwa imam dan khatib. Terdakwa juga pernah menjadi murid saya waktu berlatih di Moro, Filipina," ungkap Abu Dujana di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Rabu (12/11/2008).
Menurut Abu Dujana, Abu Husna yang menjadi guru di Pondok Pesantren An Nur, Solo, ini berlatih di Moro selama 3 sampai 4 bulan, namun Abu Dujana membantah kalau Abu Husna pernah ikut berlatih di Afghanistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Abu Dujana yang dikaitkan dengan peledakan bom di JW Marriott pada tahun 2003 lalu ini membantah jika pertemuan itu membahas kasus di Poso.
"Pertemuan itu untuk mengkaji kajian Islam, jihad, dan mencari pemimpin baru pasca penangkapan ikhwan di Solo, tidak membahas kasus di Poso," terang Abu Dujana. (gun/nrl)










































