"Kalau hanya satu atau dua ya bukan teror namanya, seperti misal hama itu kan dalam jumlah banyak, " ujar Senior Corporate Communication Manager Liza Djohan kepada detikcom saat ditemui dikantornya, Site Office, Jl Alam Utama, Alam Sutera, Tangerang.
Liza menambahkan, pengelola tidak bisa menampik kemunculan ular di area kompleksnya. Apalagi, perumahan Alam Sutera memiliki konsep terbuka. Pemeriksaan lingkungan dilakukan secara berkala, dan setiap komplain masalah selalu ditanggapi.
"Kami langsung mengecek lokasi dan melakukan pemeriksaan, namun tidak pernah ketemu (ularnya)," tandasnya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pengakuan salah satu petugas kebersihan disana, membenarkan adanya ular yang kerap muncul.
"Iya mas, saya sering nemuin di daerah sini. Apalagi kalau saya lagi nyapu pinggiran taman biasanya suka ada," kata petugas kebersihan yang tidak mau disebutkan namanya kepada detikcom.
Pria yang sudah 10 tahun bekerja sebagai petugas kebersihan ini juga menjelaskan kemunculan ular ini biasanya datang dari kebun dibalik dinding perumahan.
"Mungkin dari situ, bala (alang-alang) lewat lubang," tambahnya.
Jika di lihat sepintas, komplek perumahan Alam Sutera ini memang asri. Sepanjang jalan dihiasi hijau deretan pohon rindang dan sejuk. Sebelah timur perumahan bersentuhan langsung dengan perkampungan warga. Ada sekitar 3200 KK yang bertempat tinggal di areal seluas 700 ha. (ape/ken)











































