Desakan itu disampaikan sedikitnya 200 warga miskin Desa Tualang Muda, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Mereka long march di sejumlah jalan di Kota Medan. Dimulai dari bundaran Jl. Gatot Subroto,melintasi Jl. Maulana Lubis dan berakhir di halaman gedung DPRD Sumatera Utara di Jl. Imam Bonjol Medan, Rabu (12/11/2008).
Dalam aksinya, warga juga membawa alat masak seperti periuk, belanga, sudip dan berbagai perlengkapan dapur lainnya, sebagai bentuk protes warga yang menderita akibat mahalnya minyak tanah. Pemerintah diminta tidak hanya menurunkan premium namun juga harga minyak tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat miskin juga menggunakan minyak tanah untuk kebutuhan sehari-hari, bukan premium saja. Untuk itu, pemerintah juga harus menurunkan minyak tanah," ujar Taufik.
Taufik juga mengatakan, pemerintah harus menurunkan harga BBM sebesar 30 persen. Bila tidak, pemerintah harus mengembalikan pada harga sebelumnya.
"Harga BBM sangat berpengaruh dengan harga sembilan bahan pokok. Karena itu harus 30 persen untuk semua jenis, bukan premium saja," kata Taufik.
Selain menuntut turun BBM 30 persen, warga Desa Tualang Muda juga mendesak pemerintah menurunkan harga pupuk yang kian melambung saat ini.
Aksi ratusan warga miskin Desa Tualang Muda mendapat respon dari Anggota DPRD Sumut Rafriandi Nasution. Dalam tanggapannya, Rafriandi mengatakan, DPRD Sumut akan menyampaikan aspirasi warga kepada pemerintah pusat.
"Jika pemerintah tidak menanggapi, jangan kita pilih lagi mereka pada pemilu mendatang," kata Rafriandi.
(rul/djo)










































