Pada Selasa, 11 November, Chen dengan tangan diborgol dibawa ke kantor polisi. Namun dia kemudian dibawa ke rumah sakit setelah mengklaim dipukuli oleh polisi. Tapi akhirnya mantan pemimpin Taiwan itu dijebloskan ke penjara.
Chen akan dipenjara sementara menunggu penyelidikan kasusnya selesai. Chen dituduh menggelapkan dana sekitar 15 juta dolar Taiwan, pencucian uang, menerima sogokan dan pemalsuan dokumen.
Chen menyebut dirinya menjadi korban pemerintahan Taiwan yang pro-China. Chen sebelumnya telah memimpin Taiwan selama 8 tahun. Selama kepemimpinannya, dia kerap membuat geram pemerintah China sebab dianggap sebagai penghalang kembalinya Taiwan ke dalam kedaulatan China.
Partai oposisi Taiwan pro-kemerdekaan, Democratic Progressive Party (DPP) juga mengkritik penahanan Chen. "Para penuntut tidak punya bukti yang cukup untuk menahan mantan presiden," cetus juru bicara partai Cheng Wen-tsang seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (12/11/2008).
Pengganti Chen, Presiden Ma Ying-jeou menyatakan tidak akan ikut campur dalam kasus Chen. "Saya tidak mengintervensi dalam kasus ini. Saya menghormati sistem peradilan," kata presiden Taiwan itu.
Pemerintah China bersikeras menganggap Taiwan sebagai wilayahnya. China bahkan telah mengancam akan menginvasi Taiwan jika sampai mengumumkan kemerdekaan. (ita/iy)











































