Polisi Harus Sikat Premanisme, Jangan Cuma Tangkap Preman

Polisi Harus Sikat Premanisme, Jangan Cuma Tangkap Preman

- detikNews
Rabu, 12 Nov 2008 14:04 WIB
Jakarta - Tindakan polisi menangkapi para preman dinilai tidak efektif menurunkan angka kejahatan. Polisi seharusnya lebih menitikberatkan pada pemberantasan perilaku premanisme.

"Kalau preman kan hanya orangnya. Mereka masyarakat sipil yang karena kerusakan ekonomi berperilaku bebas untuk bertahan hidup," kata Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta), Azas Tigor, kepada detikcom, Rabu (12/11/2008).

Sedangkan premanisme, kata Tigor, bisa dilakukan oleh siapa saja, baik itu anggota TNI, Polri, aparat pemerintah dan yang lainnya. Di kota Jakarta, perilaku premanisme sudah sedemikian menggurita sehingga menimbulkan gangguan di berbagai bidang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Tigor, banyak sopir mengeluhkan pungutan liar di terminal oleh oknum Dishub. Sebaliknya, banyak sopir angkutan umum juga berani mangkal di tempat terlarang karena punya backing. Para tukang ojek di berbagai daerah berani membuka pangkalan sembarangan karena telah menyetor upeti kepada polisi.

Bahkan, sambung Tigor, premanisme juga menumbuhsuburkan perjudian dan prostitusi di Jakarta. Banyak tempat berani menggelar perjudian dan prostitusi terselubung karena ada beking dari aparat. Salah satunya prostitusi liar di kawasan Gunung Antang, Jakarta Timur.

"Saya setuju dengan penangkapan para preman itu, tapi polisi juga harus berani memberantas perilaku premanisme. Jangan cuma cari sensasi dengan penangkapan preman-preman di jalanan," pungkas Tigor. (djo/iy)


Berita Terkait