"Kalau preman kan hanya orangnya. Mereka masyarakat sipil yang karena kerusakan ekonomi berperilaku bebas untuk bertahan hidup," kata Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta), Azas Tigor, kepada detikcom, Rabu (12/11/2008).
Sedangkan premanisme, kata Tigor, bisa dilakukan oleh siapa saja, baik itu anggota TNI, Polri, aparat pemerintah dan yang lainnya. Di kota Jakarta, perilaku premanisme sudah sedemikian menggurita sehingga menimbulkan gangguan di berbagai bidang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, sambung Tigor, premanisme juga menumbuhsuburkan perjudian dan prostitusi di Jakarta. Banyak tempat berani menggelar perjudian dan prostitusi terselubung karena ada beking dari aparat. Salah satunya prostitusi liar di kawasan Gunung Antang, Jakarta Timur.
"Saya setuju dengan penangkapan para preman itu, tapi polisi juga harus berani memberantas perilaku premanisme. Jangan cuma cari sensasi dengan penangkapan preman-preman di jalanan," pungkas Tigor. (djo/iy)











































